Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Goresan Pena

Fenomena Buzzer Sebagai Bumbu Demokrasi Era Digital

Buzzer dalam pemahaman kita (sumber :cakraspot.my.id) Buzzer menjadi trend baru sejak maraknya media sosial yang telah menjadi gaya hidup era digital. Ketika semua sumber informasi terakses lewat ekspresi media sosial maka buzzer menjadi cara baru mengaktualisasikan kepentingannya. Buzzer seolah langkah strategi jitu menembus ruang dan waktu untuk mempengaruhi berbagai kepentingannya untuk direspon banyak orang lewat media sosial.  Buzzer menjadi sarana paling efektif agar berbagai narasi kepentingannya terespon secara massif lewat kekuatan media sosial hanya sekali klik.  I. Apa itu Buzzer?  Apa itu buzzer? (sumber :pixabay/free-photos) Lalu yang bikin penasaran kita, apa sich sebenarnya buzzer itu? Karena akhir akhir ini diruang media sosial banyak sekali membicarakan buzzer. Seperti buzzer NKRI, buzzer kadrun, buzzer jokowi, buzzer anis bahkan buzzer ganjar.   Kalian pasti penasaran juga kan. Mari kita bedah bersama pemaknaan buzzer yang sering diperbincangkan lew...

Cara HMI Memaknai Keislaman dan Kebangsaan Sebagai Arah Perjuangan

Memaknai nilai nilai HMI (Sumber : qureta.com) Setiap 5 februari merupakan momentum sejarah penting dalam pendirian HMI, dimana saat itu Lafran pane bersama teman temannya mendirikan HMI sebagai organisasi mahasiswa islam sebagai upaya memaknai keislaman dan kebangsaan. Momentum sejarah yang menjadi arah baru perjuangan HMI dalam memaknai internalisasi nilai nilai keislaman serta sebagai upaya bersama mengokohkan kecintaan untuk memaknai kemerdekaan dalam langkah perjuangan kebangsaan.  I. Sejarah berdirinya HMI  Berbicara mengenai awal mula berdirinya HMI tak terlepas dari semangat pergerakan mahasiswa awal kemerdekaan sebagai momentum sejarah perjuangan mahasiswa.  Berawal dari tahun 1946 dimana saat itu berdirilah organisasi PMY (Perserikatan Mahasiswa Yogyakarta) yang terdiri dari kumpulan mahasiswa Sekolah Tinggi Teknik ,Sekolah Tinggi Islam (Sekarang bernama UII) dan Balai Perguruan Tinggi Gajah Mada (Sekarang UGM).  Perkembangan waktu ada gagasan dari Lafran P...

Menatap Optimisme Jokowi Merangkai Orkestrasi Keberpihakan

  Rapat kabinet indonesia maju (Sumber :Facebook/PresidenJokoWidodo) Dalam menghadapi situasi penuh ketidakpastian global ditengah pandemi, perlunya energi optimisme dan ketenangan untuk mengatur langkahnya. Presiden jokowi mencoba membangun optimisme dengan memulai tahapan merangkai orkestrasi keberpihakan lewat berbagai langkah evaluasi dan pembenahan dinegeri ini.  Presiden jokowi mencoba menemukan momentum pembenahan lewat tahapan evaluasi menyeluruh demi merangkai tahapan orkestrasi keberpihakan. Dalam catatan penulis ada 3 tahapan penting dalam upaya presiden jokowi merangkai tahapan orkestrasi keberpihakan ditengah pandemi. 1. Herd immunity lewat vaksinasi gratis Maknanya bahwa ketika pandemi sudah berjalan lebih dari sepuluh bulan butuh kepastian langkah demi menghambat laju penyebaran virus covid 19 ke seluruh negeri. Biasanya mencegah covid 19 maka rakyat diarahkan untuk mengikuti 3 M yaitu Makai masker, mencuci tangan sesering mungkin dan menjaga jarak saat...

Dampak Calon Petahana Demak Dibuang,Dukungan Mugi Hebad Meningkat Tajam

  Serasa mendapat durian runtuh, dampak skenario pembuangan calon petahana demak dalam kontestasi pilkada demak 2020 yang menjadi hiburan menarik dimata rakyat. Dagelan politik khas demak yang terus menjadi pembahasan menarik ditengah rakyat, efek petahana demak dibuang membuat simpati rakyat terhadap Mugi Hebad melesat tajam.  Mungkin berkah dari narasi "Mugi berkah mboten serakah" selalu membawa keberkahan tersendiri dari pasangan mugi hebad.  Simpati rakyat pada pasangan Mugi Hebad terus mengalir dari seluruh penjuru demak. Mugi Hebad dianggap sebagai sosok figur pendobrak perubahan ditengah banyak kegagalan yang ditunjukkan calon petahana dalam memimpin demak.  Manuver kejam ala koalisi dinasti londo ireng dinilai telah membuang calon petahana hanya demi mengimbangi ketangguhan Mugi Hebad yang terus mendapat simpati rakyat.  Efek blunder pembuangan calon petahana ternyata menimbulkan masalah baru terjadinya konflik tajam diinternal bangunan koalisi londo ire...

Ketangguhan Mugi Hebad Bikin Calon Petahana Demak Dibuang

 Dinamika politik demak terus bergerak kencang. Ketika seluruh potensi kerakyatan bersatu memenangkan Mugi Hebad membuat koalisi dinasti londo ireng mengalami kepanikan. Bahkan baru pertama dalam sejarah calon petahana (Wakil bupati) dibuang demi mengimbangi ketangguhan Mugi Hebad yang didukung gerbong kerakyatan.  Kelincahan dan kekompakan seluruh relawan pendukung Mugi Hebad dengan variasi serangan yang terus mendapat simpati rakyat demak luar biasa, membuat koalisi londo ireng semakin panik.  Maka momen tes kesehatan dijadikan sarana manuver untuk mengimbangi ketangguhan Mugi Hebad dengan membuang dan mengganti calon petahana dengan figur lain.  Bahkan kalau MURI punya penilaian tentang kontestasi pilkada maka baru pertama k as li dalam sejarah calon petahana dibuang hanya untuk mengimbangi kekuatan sang penantang yang begitu kuatnya.  Prediksi awal bahwa pasangan Eisti joss bakal menang mudah dengan koalisi 6 parpol besar sebagai pengusung, ternyata reali...

Ambyarr!!! Politik Ngekor Ala Dinasti Londo Ireng, Eisti Tidak Joss Lagi

Menyikapi berbagai perkembangan dinamika politik demak yang semakin memuncak dimana pasangan Mugi Hebad banyak dapat simpati dari rakyat demak, membuat kepanikan tersendiri koalisi dinasti londo ireng melihat figurnya banyak ditolak rakyat demak efek faktor calon petahana minim prestasi.  Dampak buruk dari imbas image buruk calon petahana (Wakil bupati) minim prestasi tersebut membuat dinasti londo ireng bermanuver mengganti calon. Lewat celah tes kesehatan dijadikan manuver untuk merubah calon yang bisa menyaingi pasangan Mugi Hebad.  Manuver dengan dalih tidak lolos tes kesehatan dijadikan alasan utama untuk merubah strategi dengan mengganti figur wakil dengan calon yang bisa bersaing. Apalagi calon petahana yang mendampingi figur eistianah dinilai banyak kelemahan sehingga mudah babak belur dihakimi rakyat demak.  Figur Joko sutanto dinilai minim prestasi dan dianggap produk gagal sehingga rakyat demak lebih memutuskan memilih figur Mugi Hebad demi memenangi pilkada...

Gerilya Kekuatan Rakyat Demak Siap Tumbangkan Dinasti Demak

 Babak baru gerilya rakyat Demak menentukan arah perubahan Demak baru saja dimulai,lewat dorongan sebagian besar tokoh demak baik kyai sepuh hingga yang muda untuk bersama menyelamatkan demak dari cengkeraman dinasti keserakahan yang ingin melanggengkan kekuasaan lewat momentum pilkada demak 2020. Komitmen sebagian besar rakyat demak yang berkeinginan adanya perubahan kepemimpinan didemak dengan melepas cengkeraman kekuatan uang dinasti keserakahan yang telah bercokol lama didemak. Konsolidasi kerakyatan dengan satu komitmen bersama menumbangkan dinasti keserakahan serasa menemukan jalannya. Komitmen sebagian besar rakyat demak telah memunculkan arah baru lewat GERAKAN PENYELAMATAN DEMAK.  gerilya rakyat demak yang terus membuncah dalam dua bulan terakhir ini serasa menemukan arah energi perubahan. Meskipun harus melewati jalan terjal menuju konsolidasi figur namun akhirnya rakyat demak punya kekuatan untuk mewujudkan impian REFORMASI TOTAL KEPEMIMPINAN DEMAK. Gerakan y...

Survey Dukungan Rakyat Pada Ganjar Meningkat, Rakyat Ikut Bangga

Sumber : Facebook Ganjar Pranowo Kemunculan Ganjar Pranowo dalam kancah perpolitikan nasional membuat dinamika nasional kian gayeng. Karena Ganjar punya pendekatan berbeda dalam kedekatan dengan rakyat. Ganjar Pranowo yang berasal dari rakyat jelata seperti Jokowi membuat lebih gampang dekat dengan rakyatnya. Dampak positifnya elektabilitasnya terus meningkat.  Ganjar dinilai punya cara berbeda dalam membaur dengan rakyatnya. Pendekatan yang hampir mirip dengan cara Jokowi yang selalu hadir memeluk rakyatnya.Cara Ganjar hadir menjawab berbagai kegelisahan yang dirasakan rakyatnya.  Ganjar Pranowo merupakan pemimpin hasil dari buah karya reformasi. Pemimpin yang mampu hadir menyuarakan kegelisahan rakyat secara konkret. Ganjar Pranowo mampu menyerap berbagai aspirasi rakyat dengan cara pendekatan solusi yang menyentuh hati rakyat.  Ganjar Pranowo merasa pernah hidup susah seperti halnya rakyat kebanyakan, sehingga ketika ada berbagai kegelisahan rakyat mampu...

Pilkada 2020,Gerilya Rakyat Tumbangkan Simbol Keserakahan

Suara rakyat adalah suara perubahan, ketika kepemimpinan demak gagal menghadirkan perubahan. Maka momentum pilkada jadi momentum bergeraknya kebangkitan rakyat melakukan reformasi kepemimpinan efek terlalu lama kekuatan dinasti mencengkram demak. Momentum pilkada Demak 2020 merupakan momentum terbaik bagi kekuatan rakyat dalam reformasi kepemimpinan. Rakyat bukan lagi pemandu sorak atau penonton dalam setiap kontestasi figur saat pilkada. Rakyat demak siap bergerilya menentukan arah perubahan lewat pilkada. Dinamika demak yang terlalu banyak dipengaruhi kekuatan dinasti londo ireng yang terlalu lama mencengkram lewat kekuatan uangnya. Dampak terlalu kuatnya londo ireng dalam menghegemoni demak membuat pemaknaan demokrasi selalu terbeli oleh kekuatan uang londo ireng. Lalu siapakah dinasti londo ireng tersebut? Dinasti londo ireng merupakan simbol penjajahan berwajah pribumi lewat kekuatan uangnya ingin memainkan pilkada hanya demi kompensasi anggaran proyek pasca terpilih. Dinasti lo...

Dosa Politik Gerindra dan PKS Bikin Ambyar Jakarta

Sumber foto:Tribunnews.com/haerudin Jakarta memang selalu menarik bagi siapapun, tak terkecuali termasuk partai politik selalu ingin merebut kekuasaan di jakarta sebagai kekuatan sentra kekuasaan. Namun akan menjadi masalah jika figur yang diusung tidak faham dengan kondisi jakarta. Fenomena Anies Baswedan yang terkesan dipaksakan untuk memimpin jakarta adalah bukti kegagalan dan dosa politik partai pengusung dalam menampilkan figurnya.  Sudah menjadi rahasia umum bahwa pilkada DKI 2017 adalah pilkada paling brutal diantara pilkada yang selama ini ada di Indonesia. Ada kesan menghalalkan segala cara demi merebut kekuasaan di jakarta. Pengerahan massa besar besaran dengan melibatkan massa dari luar jakarta untuk pembentukan opini demi melengserkan calon incumbent saat itu. Pada saat itu Ahok merupakan figur kuat yang mampu memberikan pengaruhnya bagi perubahan jakarta.  Ketika hegemoni ahok yang begitu kuat membuat partai partai politik ingin melengserkan dengan berbagai car...

Duhai Jakarta, Ketika Rangkaian Kata Tak Seindah Fakta

Jakarta kian merana pasca pilkada 2017. Jakarta dipimpin Anies Baswedan yang mengandalkan rangkaian kata demi menghibur warganya. Seolah warga jakarta merasa terhibur oleh retorika tentang pembangunan kota. Namun ketika rangkaian kata membius warganya namun sayangnya tak seindah faktanya.  Fenomena Anies Baswedan mengingatkan kita pada sosok Mario Teguh yang jago merangkai kata membahas kehidupan demi motivasi audiennya. Tapi faktanya ternyata hidup itu tak semudah omongan Mario Teguh. Begitulah kira kira ketika respon warganet dalam mencibir Mario Teguh dalam menyikapi eksistensinya.  Bicara tentang Anies Baswedan pastilah kita merasa narasi argumennya bikin kita masuk dalam cara berfikirnya. Namun ternyata rangkaian kata yang indah cuma bisa membius pikiran setiap warganya. Tapi ketika dihadapkan dengan fakta kondisi Jakarta membuat kita merasa Jakarta semakin ambyar ditangan gubernur Anies Baswedan.  Kalau kita runut lebih detail kepemimpinan Anies Baswedan m...