Dinamika politik demak terus bergerak kencang. Ketika seluruh potensi kerakyatan bersatu memenangkan Mugi Hebad membuat koalisi dinasti londo ireng mengalami kepanikan. Bahkan baru pertama dalam sejarah calon petahana (Wakil bupati) dibuang demi mengimbangi ketangguhan Mugi Hebad yang didukung gerbong kerakyatan.
Kelincahan dan kekompakan seluruh relawan pendukung Mugi Hebad dengan variasi serangan yang terus mendapat simpati rakyat demak luar biasa, membuat koalisi londo ireng semakin panik.
Maka momen tes kesehatan dijadikan sarana manuver untuk mengimbangi ketangguhan Mugi Hebad dengan membuang dan mengganti calon petahana dengan figur lain.
Bahkan kalau MURI punya penilaian tentang kontestasi pilkada maka baru pertama k as li dalam sejarah calon petahana dibuang hanya untuk mengimbangi kekuatan sang penantang yang begitu kuatnya.
Prediksi awal bahwa pasangan Eisti joss bakal menang mudah dengan koalisi 6 parpol besar sebagai pengusung, ternyata realitas berbicara lain dimana rakyat sangat menolak figur figur yang minim prestasi bagi rakyat demak.
Figur calon petahana dinilai sangat minim prestasinya bahkan rakyat demak menganggap sebagai produk gagal. Bahkan eistianah dianggap sebagai pelanggengan dinasti politik sebagai sarana piala bergilir kekuasaan dari trah dinasti.
Dianggap calon petahana sebagai posisi terlemah dalam kontestasi pilkada demak 2020 maka tes kesehatan dijadikan celah sebagai langkah pembuangan calon petahana yang paling babak belur dihadapan rakyat.
Ketangguhan kekuatan Mugi Hebad sebagai simbol pendobrak perubahan demak membuat rakyat dengan rela bergerak untuk kemenangan Mugi Hebad.




Komentar
Posting Komentar