![]() |
| Memaknai nilai nilai HMI (Sumber : qureta.com) |
Setiap 5 februari merupakan momentum sejarah penting dalam pendirian HMI, dimana saat itu Lafran pane bersama teman temannya mendirikan HMI sebagai organisasi mahasiswa islam sebagai upaya memaknai keislaman dan kebangsaan.
Momentum sejarah yang menjadi arah baru perjuangan HMI dalam memaknai internalisasi nilai nilai keislaman serta sebagai upaya bersama mengokohkan kecintaan untuk memaknai kemerdekaan dalam langkah perjuangan kebangsaan.
I. Sejarah berdirinya HMI
Berbicara mengenai awal mula berdirinya HMI tak terlepas dari semangat pergerakan mahasiswa awal kemerdekaan sebagai momentum sejarah perjuangan mahasiswa.
Berawal dari tahun 1946 dimana saat itu berdirilah organisasi PMY (Perserikatan Mahasiswa Yogyakarta) yang terdiri dari kumpulan mahasiswa Sekolah Tinggi Teknik ,Sekolah Tinggi Islam (Sekarang bernama UII) dan Balai Perguruan Tinggi Gajah Mada (Sekarang UGM).
Perkembangan waktu ada gagasan dari Lafran Pane untuk mendirikan organisasi berbasis islam sebagai perjuangan nilai nilai islam.
Dalam berbagai pertemuan para mahasiswa islam yang tergabung dalam PMY dan pemuda islam seindonesia dalam upaya pembentukan organisasi mahasiswa islam.
Karena dari berbagai pertemuan tidak mencapai kesepakatan maka Lafran pane mencoba mengambil inisiatif mengadakan pertemuan mendadak pada 5 februari 1947.
Dalam pertemuan mendadak memanfaatkan ruang kuliah Sekolah tinggi Islam saat itu lafran pane bersama 14 orang lainnya berhasil sepakat membentuk organisasi islam.
Tepatnya 14 rabiul awal 1366 H atau 5 februari 1947 lafran pane bersama 14 orang lainya ( Karnoto zarkosyi, Dahlan husein, Maisaroh hilal, Suwati, Yusdi gozali, Mansyur,Siti zaenab, Muhammad anwar, Hasan basri, Zulkarnaen, Toyeb razak, Toha mashudi dan Badrun Hadi) dalam pertemuan tersebut disepakati organisasi bernama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Dan sejak saat itu HMI eksis sebagai perjuangan memaknai internalisasi islam serta sebagai upaya sumbangsih untuk perjuangan awal kemerdekaan saat itu ditengah agresi belanda yang begitu gencar di awal kemerdekaan.
II. Makna Perjuangan Awal berdirinya HMI
![]() |
| Eksistensi HMI dalam perjuangan (Sumber :cerdasnews.com) |
Awal mula lafran pane dalam memaknai latar belakang berdirinya HMI sebagai momentum menyikapi situasi awal kemerdekaan saat itu dan upaya peran mahasiswa dalam pergerakan kebangsaan.
Dalam makna tersirat ada dua latar belakang munculnya HMI sebagai simbol eksistensi mahasiswa islam.
II. 1. Internalisasi nilai nilai keislaman
Dalam masa awal kemerdekaan banyak perilaku dan tindakan para mahasiswa yang terpengaruh budaya barat sehingga membuat nilai nilai keislaman mulai tergerus di kalangan mahasiswa islam saat itu.
Maka keprihatinan tersebut membuat Lafran pane dan kawan kawan berinisiatif mendirikan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai upaya menguatkan kembali internalisasi nilai nilai keislaman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Nilai nilai keislaman yang dimaknai sebagai penguatan identitas keislaman yang mampu memberikan manfaat dan keberkahan bagi lingkungan sekitarnya.
II. 2.Memperkokoh dan menguatkan perjuangan kebangsaan awal kemerdekaan
Menyikapi perkembangan awal kemerdekaan yang diperlukan andil nyata dari gerakan pemuda dan mahasiswa dalam memaknai kemerdekaan ditengah gencarnya agresi militer belanda yang ingin merebut kembali indonesia yang telah mendeklarasikan kemerdekaan.
Maka momentum terbentuknya HMI saat itu sebagai upaya konsolidasi gerakan mahasiswa islam dalam andil nyata untuk ikut berjuang demi mempertahankan kemerdekaan dan upaya mengisi kemerdekaan demi upaya konkret untuk bangunan eksistensi kebangsaan.
Maka sejak munculnya organisasi HMI telah memberikan andil nyata terhadap penyikapan kondisi kebangsaan saat itu serta berbagai sumbangsih nyata secara intelektual untuk mengisi awal kemerdekaan demi upaya memajukan bangsa secara keberlanjutan.
III. Memaknai internalisasi nilai KeHMIan konteks kekinian
![]() |
| Kader HMI sebagai entitas perubahan (sumber :ruang online.com) |
Dalam perkembangannya setiap entitas kader HMI selalu mewarnai dinamika kebangsaan dari level atas hingga level paling bawah dari struktur kekuasaan negara.
Hal itu sebagai upaya pemaknaan identitas kader HMI dalam menerjemahkan anggaran dasar (AD) sejarah dan Anggaran Rumah Tangga (ART) HMI terutama dalam memaknai Anggaran Dasar (AD) HMI pasal 4 tentang tujuan HMI.
Dalam tujuan HMI yang isinya Terbinanya insan akademis, insan pencipta dan insan pengabdi yang bernafaskan islam dan bertanggungjawab demi terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang diridhoi allah SWT.
Artinya ada 7 pemaknaan dalam tujuan HMI yang wajib direnungkan setiap entitas kader dalam langkah perjuangannya baik ketika masih kader maupun saat berada ditengah masyarakat.
III. 1. Menguatkan internalisasi Keislaman
Dalam konteks kekinian maka setiap entitas kader HMI harus mampu menguatkan internalisasi keislaman yang mampu memberikan kemaslahatan bagi perubahan lingkungan sekitar.
Internalisasi keislaman harus dimaknai upaya membawa keberkahan bagi produktifitas bagi perubahan bangsa bukan sektarianisme islam yang hanya menonjolkan primordialisme islam.
III.2. Menguatkan nilai kebangsaan
Maknanya setiap entitas kader HMI harus mampu kecintaan kebangsaan ditengah berbagai simbol keberagaman.
Dimana setiap entitas kader HMI harus mampu memberikan sumbangsih nyata dalam upaya mengabdi untuk untuk negeri. Kader HMI harus jadi entitas pendobrak perubahaan yang berkelanjutan sebagai sumbangsih nyata untuk negeri.
III. 3.Mencapai kualitas Insan akademis
Dalam setiap entitas kader HMI harus mampu mencapai tahapan penting sebagai penguat kualitas insan akademis sebagai basis profesionalitas yang ditekuni dalam kampus.
Entitas kader yang mampu menjadi bagian penting dari pribadi yang punya kualitas akademis yang mumpuni sehingga bisa dihandalkan demi akselerasi perubahan yang berkelanjutan.
III. 4. Mencapai kualitas insan pencipta
Dalam perilaku setiap entitas kader HMI harus menjadi inisiator pendobrakan perubahan bagi lingkungan sekitarnya dan entitas kebangsaan yang mendorong kemajuan bangsa yang berkelanjutan.
Sebagai sosok insan pencipta dalam setiap doktrin kader HMI menjadikan sebagai pribadi yang penuh jiwa kepemimpinan yang mampu mendorong perubahan dari berbagai kreasi yang dirumuskan untuk lingkungannya.
III. 5. Mencapai kualitas insan pengabdi
Tahapan penting dari entitas kader kader HMI mampu menjadi bagian penting sebagai entitas sosok pengabdi yang bermanfaat bagi kemajuan negeri.
Entitas kader HMI harus menjadi bagian penting dalam proses pengabdian bagi lingkungannya sehingga dimanapun entitas kader berada selalu menjadi bermanfaat serta memberikan kemaslahatan bagi pendobrakan perubahan.
III. 6. Insan yang bertangggungjawab
Setiap entitas kader HMI harus mampu memaknai setiap langkah perjuangannya harus dengan penuh tanggungjawab. Dimaknai sebagai upaya mempertanggungjawabkan semua langkahnya serta keputusannya hanya demi bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Entitas kader HMI harus jadi sosok yang mampu dibanggakan secara potensi dan proses pilihan langkah yang diambil.
III. 7. Upaya bersama mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang diridhoi allah SWT
Upaya bersama dari setiap entitas kader HMI memaknai tujuan HMI bahwa setiap kader HMI akan terus bergerak dan berjuang demi mewujudkan cita cita besar HMI walaupun sudah purna HMI.
Maka setiap entitas kader HMI akan terus eksis ditengah masyarakat meskipun bukan kader lagi hanya demi memaknai kerangka utama cita cita mewujudkan tujuan HMI sampai kapanpun.
IV. Kualitas insan cita HMI
![]() |
| Kualitas insan cita HMI (Sumber:TransMadura.com) |
Dalam setiap langkah entitas kader HMI bahkan saat sudah purna HMI harus mampu mewujudkan identitas sebagai insan cita HMI. Kualitas insan cita HMI dimaknai sebagai man of future (Insan pelopor) dan agent of change (Agen perubahan)
Maknanya dimanapun kita berada harus mampu menjadi bagian dari pemimpin perubahan yang mampu menginisiasi pendobrakan perubahan yang ada bagi kemajuan bangsa.
Maka tidak heran jika dimanapun kita berada selalu kita temui banyak potensi kader HMI yang mampu eksis ditengah masyarakat dari lokal hingga nasional.
Para alumni HMI yang ingin terus memaknai perjuangan nilai tujuan HMI untuk memberikan sumbangsih nyata bagi kemajuan yang berkelanjutan.
Doktrin yang terus dibawanya sejak jadi kader HMI hingga telah purna jadi kader HMI sebagai entitas yang mampu memaknai keislaman dan kebangsaan sebagai arah perjuangan demi mencapai tujuan akhir HMI yaitu mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang diridhoi allah SWT.




Komentar
Posting Komentar