![]() |
| Transaksi digital trend global (sumber :pixabay /Photomix-company) |
Transaksi digital merupakan tradisi baru yang harus dijalani ditengah pesatnya perkembangan kemajuan teknologi informasi. Sebuah adaptasi perilaku gaya hidup modern era milenial yang penuh disruptif (Diluar pakem).
Era disrupsi merupakan era dimana para kompetitor menjalankan sistem lebih efisien dan efekfif demi meningkatkan profit bisnis. Maka lewat sarana transaksi digital memanfaatkan teknologi mampu jadi sarana adaptif di era disruptif yang berkembang kian pesat.
Maka ketika kita tidak mampu adaptasi dengan fenomena global tersebut akan dianggap ketinggalan jaman. Salah satu upaya membangun tradisi baru memudahkan transaksi lewat digital payment (Pembayaran digital) sebagai sarana adaptasi gaya hidup lebih maju.
I. Apa itu Transaksi Digital?
![]() |
| Dengan hp semua transaksi tuntas (sumber :pixabay/geralt) |
Transaksi digital adalah sebuah sistem pembayaran mengganti sistem uang tunai dengan sistem virtual memanfaatkan teknologi informasi lewat aplikasi handphone sebagai sarananya.
Cara gampangnya, transaksi digital merupakan transaksi non tunai (cashless) dengan mengalihkan transaksi lewat jalur virtual dengan fasilitas handphone android sebagai basis transaksi.
Jadi semua metode transaksi pembayaran mulai beli pulsa, beli token listrik, bayar pdam, transaksi jualan hingga transaksi bank dialihkan lewat handphone. Maknanya membuat semua transaksi lebih efisien dan efektif tanpa pegang uang tunai cukup sekali klik sudah menuntaskan semuanya.
II. Alasan beralih transaksi digital
![]() |
| Trend transaksi digital (Sumber : bi.go.id) |
Alasan utama kita harus beralih ke sistem transaksi digital yang jadi trend di kalangan milenial. Yang utama pasti pemanfaatan teknologi informasi sebagai sarana memudahkan segala pola perilaku gaya hidup milenial hanya dengan memanfaatkan handphone sebagai basis aktivitas kita.
Disamping itu selama masa pandemi ternyata transaksi digital menjadi sarana utama aktivitas pembayaran tanpa harus interaksi langsung demi mengikuti anjuran pemerintah agar tidak terpapar virus covid 19. Hal itu terbukti dari hasil data yang di release Bank Indonesia bahwa transaksi digital meningkat selama pandemi.
Selain itu ada lima alasan pokok kenapa kita perlu melakukan perubahan perilaku dengan sistem transaksi digital yang perlu kita pahami bersama.
![]() |
| Transaksi digital berbasis usia (sumber : hasil survey lpos) |
Berbasis hasil survey pasar yang di release LPOS sebagai lembaga yang selalu bikin analisa pasar dalam publikasinya tanggal 12 februari 2020 tentang transaksi digital.
Menurut segmen umur generasi Z (usia 21 hingga 30 tahun ) dan generasi milenial (usia 31 hingga 40 tahun) merupakan generasi yang paling memahami dan responsif untuk beralih pada transaksi digital.
Adapun alasan yang sering dikemukakan ketika mereka memanfaatkan transaksi digital dalam menuntaskan sistem pembayaran
![]() |
| Pembayaran digital (sumber :bagan hasil survey LPSOS) |
Pertama, alasan memakai transaksi digital karena kecepatan transaksinya. Artinya dengan menggunakan transaksi digital hanya dengan sekali klik semua masalah pembayaran bisa dituntaskan bisa lewat e-wallet maupun mobile banking.
Kedua, alasan memakai transaksi digital karena lebih mudah caranya. Artinya dengan menggunakan aplikasi e-wallet dan mobil banking yang memanfaatkan teknologi informasi mudah dijalankan bahkan untuk transaksi bisnis maupun transaksi pembayaran e-comerce sangat mudah menjalankannya.
Ketiga,Alasan menggunakan transaksi digital karena praktis. Artinya para anak muda tidak perlu ribet dalam adaptasi untuk beralih dari transaksi tunai menuju transaksi berbasis digital.
Keempat, alasan menggunakan transaksi digital karena lebih efisien. Artinya dengan memanfaatkan handphone maka semua transaksi bisa dituntaskan tanpa harus pergi kemana mana.
Bagi para anak muda yang mager (malas gerak) jadi sangat seru karena segala aktivitas apapun sekarang semua bisa diselesaikan lewat handphone yang teknologinya kian memudahkan penggunanya tanpa harus capek.
Kelima, alasan menggunakan transaksi digital yang disukai para anak muda karena caranya smart. Artinya lewat kecanggihan teknologi lewat fitur fitur yang terdapat dalam fasilitas handphone merasa dianggap smart dan lebih gaul jika transaksinya menggunakan transaksi digital. Kalau tidak menggunakan transaksi digital dianggap gaptek (gagap teknologi).
III. Jenis transaksi digital
![]() |
| Pemanfaatan aplikasi transaksi digital (sumber :survey LPSOS) |
Dibalik maraknya trend adaptasi berfikir maju era milenial melalui transaksi digital ternyata mampu membangkitkan potensi ekonomi baru yang mampu menyerap tenaga kerja dan potensi ekonomi kreatif tumbuh lewat celah tersebut.
Ada tiga jenis transaksi digital yang telah menjadi gaya hidup baru era milenial.
Pertama, tumbuhnya sistem bisnis berbasis start up yang memfasilitasi kemudahan dalam menjalankan transaksi digital hadir ditengah kita.
Kita mengenal adanya gojek dan grab merupakan sistem bisnis start up yang merupakan upaya membaca celah perubahan era disruptif dengan membuat aplikasi yang bisa membantu banyak orang bertransaksi digital.
Grab dan gojek merupakan contoh sukses sebuah sistem bisnis baru ditengah tren transaksi digital menjadi gaya hidup era internet.
Kedua, Demi memudahkan transaksi digital yang menjadi trend era internet maka muncullah berbagai format financial teknologi (fintech) berbasis e wallet.
Aplikasi aplikasi seperti E-dana, link aja dan beberapa model e-wallet yang dikelola bank nasional merupakan sistem yang coba menggeser fungsi uang tunai sebagai transaksi pembayaran.
Ketiga, Tradisi gaya hidup baru lewat transaksi digital sebagai upaya memudahkan jual beli online yang semakin tumbuh era internet. Sistem e-comerce seperti shopee, tokopedia, bukalapak dan lainnya merupakan sarana menggairahkan transaksi digital lewat jual beli online yang terorkestrasi dan termobilisasi.
IV. Panduan menghadapi era transaksi digital
![]() |
| QRIS sistem pembayaran ala indonesia (sumber gambar :bank indonesia cabang malang) |
Sejak dilaunching QRIS (Quick Respon Indonesian Standard) oleh bank indonesia sebagai upaya mengintegrasikan sistem pembayaran digital.
Menurut release yang dikutip dari website bank indonesia bahawa QRIS merupakan sistem pembayaran terintegrasi sebagai basis transaksi uang elektronik server based sarana dompet elektronik.
Maka berbasis semangat itu maka diperlukan berbagai panduan buat kamu untuk mentradisikan gaya hidup transaksi digital dalam perilaku keseharian kita.
Pertama, fahami mekanismenya yang artinya agar tidak dianggap gaptek memanfaatkan transaksi digital terutama QRIS sebagai cara baru memudahkanmu bertransaksi non tunai (Cashless).
Dengan faham caranya maka segala urusan transaksimu akan lebih mudah dan berguna demi aktivitasmu.
Kedua, Manfaatkan peluangnya yang artinya banyak peluang ekonomi dari berbagai kemudahan transaksi digital terutama dalam menggunakan QRIS untuk bisnis onlinemu.
Ketiga, manfaatkan keuntungannya yang artinya dengan semakin jadi trend transaksi digital maka banyak keuntungan yang didapat secara pribadi maupun keuntungan secara sistem ekonomi yang menunjang bisnismu.
Keempat, bangun komunitas bisnisnya yang artinya dengan segala hal diarahkan lewat transaksi digital, maka kamu bisa lebih mudah dalam membangun komunitas bisnis secara online lewat basis kepentingan yang sama.
Demikian ulasan panjang lebar tentang pemaknaan tradisi baru transaksi digital yang sudah menjadi gaya hidup era internet.
#BlogCompetition
#BankIndonesia







Komentar
Posting Komentar