Pilkada adalah sarana evaluasi kepemimpinan lima tahunan. Bagi para petahana yang mencalonkan lagi akan diblejeti berbagai kegagalan memimpin saat memberanikan diri calon lagi, jika dirasa banyak gagalnya maka layak bagi rakyat untuk memutuskan cabut mandat politiknya.Menyikapi hal tersebut hasil aspirasi masyarakat demak terdapat 11 kegagalan calon petahana (Wakil Bupati) dalam memimpin demak. Pilkada demak 2020 adalah momentum bagi rakyat demak mengevaluasi calon petahana yang hendak calon lagi namun faktanya minim prestasi dalam memajukan demak. Ada berbagai catatan penting yang mendasari suara rakyat menyatakan bahwa kandidat calon petahana dianggap sebagai produk gagal maka tidak layak untuk didukung lagi, bahkan sudah saatnya lewat momentum pilkada demak 2020 sebagai sarana cabut mandat politik terhadap petahana yang minim prestasi. Berikut gambaran 11 kegagalan calon petahana dalam memimpin demak yang sangat tidak layak jika memaksakan diri untuk mencalonkan diri ...